Arsip Penulis

Meneganal Prof. Dr. Yus Rusyana

Agak jarang, pada diri seseorang, kepakaran dalam bidang bahasa-sastera bersatu dengan kecakapan menghasilkan karya sastera yang menonjol. Salah seorang yang mendapat karunia demikian adalah Prof. DR. H. Yus Rusyana.
Di satu sisi, Yus adalah dosen (dan guru besar) serta peneliti bahasa dan sastera pada UPI Bandung. Di sisi lain, ia sasterawan yang banyak menghasilkan karya berupa sajak dan cerpen Sunda, bahkan esai.
Yus Rusyana kecil lahir di Pameugpeuk (Garut Selatan) pada tanggal 24 Maret 1938. Pertamakali mengenyam pendidikan formal di Sekolah Rakyat Negeri Pameugpeuk (1946-1952), pada masa itu ia mengalami berbagai macam pengalaman bersekolah di tempat terpencil. Seperti pergi ke sekolah tidak mengenakan sepatu alias nyeker dan tidak berseragam layaknya siswa. Bila waktu istirahat datang, karena udara daerah Pameukpeuk yang terkenal panas, ia dan teman-temannya suka berenang di sungai yang tidak jauh dari sekolah.
Saat itu Yus berteman dengan salah seorang anak pegawai Kawadanan, namun sayang anak tersebut tidak disekolahkan oleh ayahnya dengan alasan takut. Sebab pada waktu itu kebanyakkan anak yang disekolahkan selalu menentang pemerintahan Belanda suka dibuang ke luar jawa. Jadi bila pulang sekolah ia selalu menemui anak tersebut dan memberikan mata pelajaran yang ia pelajari hari itu di sekolah.
Yus Rusyana SmileYus Rusyana SmileSetelah lulus dari SGBN 1 Garut (1952-1955) dengan modal nekat Yus melanjutkan ke SGAN 1 Bandung (1955-1958), Minat menulisnya tumbuh karena mengelola majalah dinding di sekolah bersama kawan-kawannya yang kemudian juga menjadi sasterawan Sunda terkemuka, seperti Iskandarwassid dan Mien Resmana. Saat kelas 2 SGA lah ia mulai berkenalan dengan Ami Raksanagara yang kemudian menjadi istrinya. Meskipun mereka tidak satu kelas, tetapi selalu bertemu pada saat pelajaran olahraga, karena jadwal dan gurunya sama. Teman-temannya mengenal Yus sebagai anak yang pintar dan cerdas. Hal tersebut ternyata menjadikan Ami penasaran dan bertanya, sipa namanya?. Namun Yus tidak menjawabnya dengan jujur, malah tersenyum dan menjawab “Arjuna
Barulah, saat kelas 3 Yus dan Ami satu kelas, Saat itu ia duduk di belakang Ami. Namun karena Yus pendiam dan pemalu, meskipun pintar dan cerdas, ia tak pernah berani bergaul dengan Ami, kalaupun waktu istirahat dan belajar malah Ami lah yang selalu membalikkan kursinya kebelakang untuk sekedar bertanya tentang pelajaran kepadanya.
Setamat SGA Yus menjadi guru honorer di salah satu sekolah. Setelah beberapa lama barulah melanjutkan kuliahnya di FKSS IKIP Bandung (1958-1964). Tapi pada saat itu jurusan yang masih kosong adalah jurusan bahasa Sunda. Sungguh tidak direncanakan, Yus dan Ami pun kembali satu kelas di jurusan yang sama.
Semasa mahasiswanyalah, ia mengembangkan kecakapan menulis, khususnya sajak Sunda. Sajaknya waktu itu banyak dimuat di Sipatahoenan. Semasa mahasiswa itu pula ia aktif dalam kegiatan kesenian di kampus, antara lain membentuk Liga Drama, yang banyak mementaskan lakon-lakon karyanya, diantaranya Cahaya Maratan Waja (1964) Hutbah Munggaran di Pajajaran (1965) di Karaton Najasii (1966) dan sebagainya.
Tahun 1971 Yus terpilih dalam program Post graduate Training in the study of indonesian Language and philology di Fakultas Sastra Universitas Leiden Belanda (1971-1973) serta meraih gelar doktor dalam bidang morfologi bahasa di Fakultas Sastra UI- Jakarta (1975). Di samping mengajar di UPI (pernah menjadi Dekan FKSS) ia juga menjadi Dosen terbang di beberapa Universitas baik negri maupun swasta.
Sebagai sasterawan, karyanya sudah melimpah. Kumpulan cerpen Sundanya yang sudah terbit dalam bentuk buku antara lain: Di Luhureun Jukut Remis (kumpulan cerita pendek bahasa sunda 1965) Jajaten Ninggang Papasten (kumpulan cerita pendek bahasa sunda 1988) Numahal ti Batan Inten (kumpulan Puisi Sunda 1980) Buana nu Pinuh ku Mega (kumpulan Puisi Sunda 1992), Guguritan Munggah Haji (kumpulan dangding 1955). Hasil penelitiannya banyak yang sudah diterbitkan dan ada juga yang belum. Tahun 1989 mendapatkan hadiah sastra Rancage pertama untuk kumpulan cerita pendek dalam bahasa sundanya yang berjudul Jajaten Ninggang Papasten. Di dalam cerpen-cepern yang dikumpulkan dalam Jajaten, menurut Ajip Rosidi (Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage), Yus bukan hanya telah mengangkat kembali peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi dalam sejarah Sunda, tetapi juga berhasil melukiskan perkembangan kehidupan Sunda menggunakan kekayaan bahasa Sunda.
Pada tanggal 28 April 1965 Yus menikah dengan Ami Raksanagara. Dikaruniai lima orang anak laki-laki : Galih Rakasiwi, Kalih Raksasewu, Kalis Ragamulu, Kalif Ragapale (alm) dan Galis Ragasunu. Pada tahun 1975 menjadi ketua Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PPSS) sampai tahun 1981. Menunaikan ibadah haji pada tahun 1992. Menjadi anggota pembina LBSS dari tahun 1994-2000. Pernah menjadi anggota Redaksi majalah Mangle, Wangsit dan Lingua.
Sebagai seorang pakar, sampai sekarang Yus masih melakukan penelitian sastera dan bahasa, khususnya Sunda.

Sebagian Karya Yus Rusyana

  1. Guguritan Munggah Haji (Geger Sunten, 1995)
  2. Cerita Rakyat Daerah Jawa Barat (Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1990) [microform] :
  3. Jajaten Ninggang Papasten (Rahmat Cijulang, 1988)
  4. Bahasa dan Sastra Menandakan Gamitan Pendidikan by Yus Rusyana Diponegoro, 1984)
  5. Kemampuan Berbahasa Indonesia Siswa Sekolah Pendidikan Guru Negeri di Jawa Barat (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981)
  6. Kemampuan Berbahasa Sunda Murid SD Kelas VI di Jawa Barat (Pusat Pembinaan dan pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaanm, 1981)
  7. Kedwibahasaan Dalam Pendidikan (Institut, 1981)
  8. Novel Sunda Sebelum Perang (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1979)
  9. Prosa Tradisional (Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, 2000)
  10. Carita Para Nabi dina Sastra Sunda (Gunung Larang, 1976)
  11. Interferensi Morfologi Pada Penggunaan Bahasa Indonesia Oleh Anak-Anak Yang Berbahasa Pertama Bahasa Sunda, Murid Sekolah Dasar di Daerah Propinsi Jawa Barat (s.n., 1975)
  12. Di Luhureun Djukut Reumis (Pusaka Sunda, 1965)
  13. Bagbagan Puisi Sawer Sunda. (Projek Penelitian Pantun & Folklore Sunda, 1971)
  14. Bagbagan Puisi Mantra Sunda. by Yus Rusyana (Projek Penelitian Pantun & Folklore Sunda, 1970)
  15. Ensiklopedi Sastra Sunda Oleh Yus Rusyana, Karna Yudibrata, Wahyu Wibisana dan Iskandarwassid (Diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986)
  16. 16. Prabu Borosngora dan lima cerita rakyat lainnya dari daerah Jawa Barat Oleh Yus Rusyana, Ami Raksanagara (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, 1977)
  17. Tuturan tentang pencak silat dalam tradisi lisan Sunda Oleh Yus Rusyana, Ayatrohaedi, Indonesia Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan (Jakarta, Yayasan Obor Indonesia dan Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan, 1996 )
  18. Pedoman Penulisan Tata Bahasa Indonesia Oleh Yus Rusyana (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1983)
  19. Pandangan Hidup orang Sunda seperti tercermin dalam kehidupan masyarakat dewasa ini: tahap III Oleh Yus Rusyana, Indonesia Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian KebudayaanSunda (Sundanologi), Indonesia, Indonesia Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda, Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi, Yugo Sariyun, Edi Suhardi Ekadjati, Undang Ahmad Darsa (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendereal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Penelitian dan Pengkajian KebudayaanNusantara, Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunday, 1988)
  20. Sastra Lisan Sunda; Ceritera Karuhun, Kajajaden, dan Dedemit Oleh Yus Rusyana, Ami Raksanagara (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1978, 1978)
  21. Cerita Rakyat Daerah Jawa Barat: Tentang Penyebaran Agama Islam di Cirebon Oleh Yus Rusyana, Wayu Wibisana. Proyek Penelitian dan Pencacatan Kebudayaan Daerah (Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1978)
  22. Sistem Pemajemukan Bahasa Sunda Oleh Yus Rusyana, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985)
  23. Puisi Guguritan Sunda Oleh Yus Rusyana, Ami Raksanagara, S Effendi (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1980)
  24. 24. Memahami sajak-sajak Ramadha K.H.; Oleh Yus Rusyana, Alam Sutawijaya, Saini K M, Ramadhan K H (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, 1978)
  25. 5. Cerita “Sangkuriang” Daya kembara Cerita Lama Lintas Media, Genre, dan Bahasa dari zaman ke zaman Oleh Yus Rusyana, (Fakultas Sastra, Universitas Indonesia : Yayasan Lontar, 1993)
  26. Keadaan dan perkembangan bahasa Sunda masa kini Oleh Yus Rusyana ( Proyek Javanologi, 1985)
  27. Kedwibahasaan dalam Pendidikan leh Yus Rusyana (orasi ilmiah diucapkan pada hari dies natalis ke-27 Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung, 20 Oktober 1981

Dicpoy dari http://www.yatun.wordpress.com

Leave a comment »

Apa dan Siapa Ajip Rosidi

Prof Ajip RosidiProf Ajip RosidiNama: Ajip Rosidi, anak sulung, ayah Dayim Sutawiria (1917-1990) dan ibu Hj. Sitti Konaah (1921-2000). Lahir: 31 Januari 1938 di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Pendidikan: Sekolah Rakyat 6 tahun di Jatiwangi (1950), Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953), Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat). Selanjutnya otodidak. Menikah (1955) dengan Fatimah Wirjadibrata, mempunyai anak Hj. Nunun Nuki Aminten (1956), Hj. Titi Surti Nastiti (1957), H. Uga Percéka (1959), H. Nundang Rundagi (1961), H. Rangin Sembada (1963) dan Hj. Titis Nitiswari (1965).

AJIP ROSIDI
(dibaca: Ayip Rosidi) mula-mula menulis karya kreatif dalam bahasa Indonesia, kemudian telaah dan komentar tentang sastera, bahasa dan budaya, baik berupa artikel, buku atau makalah dalam berbagai pertemuan di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Ia banyak melacak jejak dan tonggak alur sejarah sastera Indonesia dan Sunda, menyampaikan pandangan tentang masalah sosial politik, baik berupa artikel dalam majalah, berupa ceramah atau makalah. Dia juga menulis biografi seniman dan tokoh politik. Pendidikan formalnya SD di Jatiwangi (1950), SMP di Jakarta (1953) dan Tainan Madya di Jakarta (tidak tamat, 1956), selanjutnya otodidak.
Ia mulai mengumumkan karya sastera tahun 1952, dimuat dalam majalah-majalah terkemuka pada waktu itu seperti Mimbar Indonesia, Gelanggang/Siasat, Indonesia, Zenith, Kisah dll. Menurut penelitian Dr. Ulrich Kratz (1988), sampai dengan tahun 1983, Ajip adalah pengarang sajak dan cerita pendek yang paling produktif (326 judul karya dimuat dalam 22 majalah).
Bukunya yang pertama, Tahun-tahun Kematian terbit ketika usianya 17 tahun (1955), diikuti oleh kumpulan sajak, kumpulan cerita pendek, roman, drama, kumpulan esai dan kritik, hasil penelitian, dll., baik dalam bahasa Indonesia maupun Sunda, yang jumlahnya kl. seratus judul.
Karyanya banyak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, dimuat dalam bungarampai atau terbit sebagai buku, a.l. dalam bahasa Belanda, Cina, Inggris, Jepang, Perands, Kroatia, Rusia, dll. Bukunya yang dalam bahasa Sunda, a.l. Kanjutkundang (bungarampai sastera setelah perang disusun bersama Rusman Sutiasumarga, 1963), Beber Layar! (1964), Jante Arkidam (1967), DurPanjak! (1967), Ngalanglang K.asusastran Sunda (1983), Dengkleung De’ngde’k (1985), Polemik Undak-usuk Basa Sunda (1987), Haji Hasan Mustapajeung Karya-karyana (1988), Hurip Waras! (1988), Pancakaki (1996), Cupumanik Astagina (1997), Eundeuk-eundeukan (1998), Trang-trang Kolentrang (1999), dll.
Ia juga mengumpulkan dan menyunting tulisan tersebar Sjafruddin Prawiranegara (3 jilid) dan Asrul Sani (Surat-surat Kepercayaan, 1997). Ketika masih duduk di SMP men-jadi redaktur majalah Suluh Pelajar (Suluh Peladjar) (1953-1955) yang tersebar ke seluruh Indonesia. Kemudian men-jadi pemimpin redaksi bulanan Prosa (1955), Mingguan (kemudian Majalah Sunda (1965-1967), bulanan Budaya Jaya (Budaja Djaja, 1968-1979). Mendirikan dan memimpin Proyek Penelitian Pantun dan Folklor Sunda (PPP-FS) yang banyak merekam Carita Pantun dan mempublikasikannya (1970-1973).
Bersama kawan-kawannya, Ajip mendirikan penerbit Kiwari di Bandung (1962), penerbit Cupumanik (Tjupumanik) di Jatiwangi (1964), Duta Rakyat (1965) di Bandung, Pustaka Jaya (kemudian Dunia Pustaka Jaya) di Jakarta (1971), Girimukti Pasaka di Jakarta (1980), dan Kiblat Buku Utama di Bandung (2000). Terpilih menjadi Ketua IKAPI dalam dua kali kongres (1973-1976 dan 1976-1979). Menjadi anggota DKJ sejak awal (1968), kemudian menjadi Ketua DKJ beberapa masajabatan (1972-1981). Menjadi anggota BMKN 1954, dan menjadi anggota pengurus pleno (terpilih dalam Kongres 1960). Menjadi anggota LBSS dan menjadi anggota pengurus pleno (1956-1958) dan anggota Dewan Pembina (terpilih dalam Kongres 1993), tapi mengundurkan diri (1996). Salah seorang pendiri dan salah seorang Ketua PP-SS yang pertama (1968-1975), kemudian menjadi salah seorang pendiri dan Ketua Dewan Pendiri Yayasan PP-SS (1996). Salah seorang pendiri Yayasan PDS H.B. Jassin (1977).
Sejak 1981 diangkat menjadi gurubesar tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku (Universitas Bahasa Asing Osaka), sambil mengajar di Kyoto Sangyo Daigaku (1982-1996) dan Tenri Daignku (1982-1994), tetapi terus aktif memperhatikan kehi-dupan sastera-budaya dan sosial-politik di tanahair dan terus menulis. Tahun 1989 secara pribadi memberikan hadiah sastera tahunan Rancage yang kemudi-an dilanjutkan oleh Yayasan Kebudaya-an Rancage yang didirikannya. Ajip penerima Hadiah Sastera Nasional 1955-1956 untuk puisi (diberikan tahun 1957) dan 1957-1958 untuk prosa (diberikan tahun 1960). Tahun 1993 men-dapat Hadiah Seni dari Pemerintah RI. Tahun 1999 menerima Kun Santo Zui Ho Sho (The Order of Sacred Treasure, Gold Rays with Neck Ribbon) dari pemerintah Jepang sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang dinilai sangat bermanfaat bagi hubungan Indonesia-Jepang.
Setelah pensiun ia menetap di Pabelan, Magelang, Jawa Tengah. Meskipun begitu, ia masih aktif mengelola beberapa lembaga non-profit seperti Yayasan Kebudayaan Rancagé dan Pusat Studi Sunda.***

Sumber: Ensiklopédi Sunda (Pustaka Jaya, 2000)

Leave a comment »

Mengenang Iskandar Alisjahbana, Teringat Satelit Palapa

Iskandar AlisjahbanaKetika Ibu Kota tengah menyiapkan Asian Games untuk pertamakalinya pada 1963, sejumlah dosen Institut Teknologi Bandung tak kalah sibuk. Mereka bukan bagian panitia acara, tapi tengah berupaya agar acara olahraga akbar negara-negara se-Asia itu bisa juga disaksikan warga Bandung. Caranya, mereka membuat stasiun relay televisi yang belum ada di Bandung.
Gagasan membuat pemancar relay itu dilontarkan Iskandar Alisjahbana. “Beliau waktu itu masih dosen baru tapi energik,” kata Profesor. Reka Rio yang saat itu masih menjadi asisten dosen di Departemen Elektronik ITB.
Reka Rio, masih mengingat jelas bagaimana dia harus membawa peralatan membangun pemancar yang lokasinya di puncak sisi lereng barat Gunung Tangkuban Perahu itu. “Sopirnya waktu itu Arifin Panigoro,” katanya, Rabu (17/12).
Singkatnya, upaya Iskandar dan teman-temannya itu berhasil. Acara akbar itu mereka saksikan bersama Mashudi, Gubernur Jawa Barat ketika itu. Warga Bandung yang punya televisi pun akhirnya bisa ikut menjadi saksi mata perhelatan tersebut.
Sukses menghadirkan Asian Games, Iskandar lalu mencetuskan pembuatan satelit domestik Palapa. “Pada 1974, beliau mencetuskan SKSD Palapa di Aula Barat ITB ini,” kata Dekan Sekolah Tinggi Elektronik dan Informatika ITB Adang Suwandi. Sistem Komunikasi Satelit Domestik itu diluncurkan 1976.
Kiprah Iskandar dalam bidang telekomunikasi negeri ini dimulai setelah lulus sebagai Sarjana Muda pada 1951 dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang kemudian menjadi ITB Departemen Elektronik. Studinya berlanjut ke Electrical Engineering Department, TH Muenchen, Jerman dan jurusan yang sama di TH Damstadt, Jerman hingga meraih gelar Diploma Engineering dan Doktor Engineering. Semua itu ditempuhnya selama kurun 1954-1960.
Di Jerman, Iskandar Alisjahbana sempat menjadi research engineer di Pintsch Electro Lab, Munich dan Central Lab of Siemens & Halske, Munich. Putra sulung pujangga Sutan Takdir Alisjahbana itu kemudian menjadi dosen elektronik ITB sejak 1960 hingga pensiun 1996.
Selama di ITB, lelaki kelahiran Jakarta, 20 Oktober 1931 itu memegang sejumlah jabatan. Pada 1964-1966, dia menjadi Ketua Laboratorium Komunikasi Radio Departemen Teknik Elektro ITB. Pada 1965-1967, menjadi Ketua Badan Riset Telekomunikasi Indonesia.
Iskandar menyandang Ketua Jurusan Eletronik ITB sepanjang 1966-1968. Pada 1966, dia menjadi Guru Besar Teknik Elektro ITB untuk bidang telekomunikasi.
Selain berkiprah pada hal keilmuan, Iskandar juga merintis PT Radio Frequency Communication dan menjadi Presiden Direktur antara 1970-1974. Pada 1972, dia menjadi senior entrepreunership di East West Centre, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.
Selepas jabatan di perusahaannya habis, Iskandar diangkat menjadi Dekan Fakultas Teknologi ITB pada 1972-1974. Setelah itu dia menjadi Wakil Ketua Lembaga Penerbangan Nasional selama 1974-1976. Saat itu, ia mencetuskan pembuatan satelit Palapa dan mewakili Indonesia dalam UN Panel Meeting on Satelite di Tokyo, Jepang.
Iskandar pernah menjabat sebagai Rektor ITB pada 1976-1978. Mulai 1992 hingga akhir hayatnya, dia tercatat sebagai pendiri dan Komisaris PT Pasifik Satelit Nusantara. Jabatan terakhirnya adalah Ketua Majelis Wali Amanat ITB 2001-2004.
Selain mencetuskan satelit, Iskandar juga berjasa menggagas tele blackboard, yaitu sebuah teknologi yang bisa merekam tulisan tangan di atas papan elektronik. Surat itu bisa dikirim ke lokasi yang jauh melalui gelombang radio atau televisi.
Sepanjang hidupnya, Iskandar Alisjahbana mendapat empat pernghargaan pentinng dari pemerintah. Yaitu tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya 1998 dari Presiden RI, Bintang Mahaputra Utama 1999 dari Presiden RI, Penghargaan Sarwono Prowirohardjo 207 sebagai pakar teknologi dari LIPI, dan anugerah Sewaka Winayaroha 2007 dari Dirjen DIKTI.
Profesor. Doktor. Ing. Iskandar Alisjahbana wafat Selasa malam, 16 Desember 2008, di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung pada usia 77 tahun. Suami Prof. Anna Alisjahbana itu dimakamkan hari ini, Rabu, 17 Desember di samping makam ayahnya, Sutan Takdir Alisjahbana di desa Tugu, Bogor. Selain seorang istri, Iskandar meninggalkan tiga orang anak dan 6 cucu.

Leave a comment »

Assara Primayana Muhammad, Si Bungsu Yang Lucu dan Kusayang

Comments (1) »

Pengumuman Hasil USM ITB 2008

PENDAFTARAN AWAL MAHASISWA BARU INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2008

Pendaftaran Awal Mahasiswa Baru ITB yang diterima melalui USM-ITB 2008, dilakukan oleh Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru ITB 2008 dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Surat Panggilan akan mulai dikirimkan kepada peserta USM-ITB 2008 di Daerah yang diperkenankan untuk melaksanakan Pendaftaran Awal Mahasiswa Baru ITB 2008, pada tanggal 9 Juni 2008.
  • Pengambilan Kit Pendaftaran Awal Mahasiswa Baru ITB dapat dilaksanakan, dengan menunjukkan Kartu Peserta USM-ITB 2008 di Daerah (asli), mulai tanggal 16 Juni s.d 1 Juli 2008, di :

    Loket Direktorat Pendidikan ITB

    Gd. CCAR-ITB lt. 1, Jl. Tamansari 64 Bandung

    Pukul 08.00 s.d. 16.00 WIB (setiap hari kerja)

  • Pengambilan Kit Pendaftaran Awal Mahasiswa Baru ITB juga dapat dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2008 di Sasana Budaya Ganesa (lokasi Pendaftaran Awal Mahasiswa Baru ITB), pada saat calon mahasiswa melaksanakan pendaftaran. Pengambilan Kit Pendaftaran Awal pada saat tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh calon mahasiswa yang bersangkutan (tidak dapat diwakilkan), dengan menunjukkan Kartu Peserta USM-ITB 2008 di Daerah (asli).
  • Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus dan telah melunasi biaya Sumbangan Dana Pengembangan Akademik (SDPA), sesuai dengan surat perjanjian Kesediaan Pembayaran SDPA yang telah ditandatangani pada saat pendaftaran USM-ITB 2008, diharuskan hadir sendiri untuk mendaftarkan diri (tidak dapat diwakilkan) pada :

    HARI/TANGGAL : Rabu, 2 Juli 2008

    PUKUL : 08.00 WIB (Pintu gerbang ditutup tepat jam 08.30 WIB)

    TEMPAT : Gedung Sasana Budaya Ganesa (SABUGA) ITB, Jl. Tamansari 73 Bandung

  • Panitia tidak mentoleransi semua bentuk keterlambatan dan/atau ketidakhadiran dengan alasan apa pun . Keterlambatan dan/atau ketidakhadiran akan menyebabkan kelulusan calon mahasiswa yang bersangkutan di USM-ITB 2008 dibatalkan dan tidak dapat diklaim kembali untuk alasan apa pun.
  • Ketentuan yang berlaku dan harus dipenuhi oleh seluruh calon mahasiswa dalam pelaksanaan Pendaftaran Awal Mahasiswa Baru ITB 2008 :
    • Membawa dan menyerahkan kelengkapan dokumen, sebagai berikut :
      • Surat Panggilan asli dari ITB (hanya dikirimkan ITB kepada calon mahasiswa yang telah melunasi biaya SDPA secara tepat waktu).
      • Kartu Tanda Peserta USM-ITB 2008 di Daerah (asli). Bagi calon mahasiswa yang Kartu Tanda Peserta Ujiannya hilang, wajib membawa surat keterangan dari Panitia USM-ITB 2008, yang dilengkapi surat keterangan kehilangan resmi dari Kepolisian, yang menerangkan kebenarannya sebagai peserta ujian tahun 2008.
      • Bukti pelunasan biaya Sumbangan Dana Pengembangan Akademik (SDPA), asli dan 1 (satu) lembar fotokopinya, sesuai dengan perjanjian Kesedian Pembayaran Sumbangan Dana Pengembangan Akademik (SDPA) yang telah diisi sebelumnya.
      • Khusus bagi peserta UN-SLTA 2008, menunjukkan Ijazah/STTB asli dan NEM/STK/STL asli dan menyerahkan 1 (satu) lembar fotokopinya.
      • Bila Ijazah/STTB asli dan NEM/STK/STL asli belum diperoleh oleh peserta UN-SLTA 2008, harus menunjukkan surat keterangan dari sekolah yang menyatakan bahwa calon mahasiswa yang bersangkutan telah lulus UN-SLTA 2008 (berfoto) asli, serta Kartu Peserta UN-SLTA asli (berfoto), masing-masing disertai dengan 1 (satu) lembar fotokopinya, dengan catatan, calon mahasiswa yang bersangkutan harus dapat menunjukkan Ijazah/STTB asli dan NEM/STK/STL asli, pada saat Pendaftaran Mahasiswa Baru ITB, bulan Agustus 2008. Bila kedua atau salah satu dokumen tersebut tidak dapat ditunjukkan pada saat Pendaftaran Mahasiswa Baru ITB, bulan Agustus 2008, kelulusan calon mahasiswa yang bersangkutan di ITB dibatalkan dan tidak dapat diklaim kembali untuk alasan apa pun.
      • Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter Umum (asli) terbaru.
      • Pasfoto hitam putih terbaru (bukan Polaroid/Print Digital) dari Klise/File Digital yang sama, ukuran 4 cm x 6 cm sebanyak 2 (dua) lembar.
      • Membawa 1 (satu) lembar meterai Rp. 6.000,00 (enam ribu rupiah).
    • Semua persyaratan dan dokumen tersebut harus dibawa pada saat pendaftaran awal. Kekurangan/ketidaklengkapan persyaratan dan dokumen, akan menyebabkan kelulusan calon mahasiswa yang bersangkutan di USM-ITB 2008 dibatalkan dan tidak dapat diklaim kembali untuk alasan apa pun.
  • Beberapa informasi yang harus diperhatikan :
    • Nama Mahasiswa, tempat tanggal lahir, dan nama orang tua harus sama penulisannya dan penyingkatannya antara STTB/Ijazah, NEM/STK/STL, dan Akte Kelahiran. Apabila tidak, harus ada surat keterangan dari pihak yang berwenang.
    • Pasfoto terlihat kedua telinga, menghadap ke depan, baju berkerah, dan tanpa tutup kepala. Bagi yang berjilbab, diperkenankan menyerahkan pasfoto berjilbab, sesuai dengan ketentuan kearsipan yang berlaku.
    • Dipersiapkan data-data yang harus diisikan ke Formulir Pendaftaran Mahasiswa Baru ITB, berupa :
      • Nama (sesuai dengan akte kelahiran)
      • Alamat, dilengkapi dengan Kode Pos
      • Tempat dan Tanggal lahir (sesuai dengan akte kelahiran)
      • No. Telepon
      • No. Telepon Darurat
      • Alamat Darurat
      • Nama Penanggung Jawab (dapat diisi dengan nama orang tua/wali)
      • Alamat Penanggung Jawab
      • No. Telepon Penanggung Jawab
      • Penghasilan Penanggung Jawab
      • Pekerjaan Penanggung Jawab
      • Instansi Penanggung Jawab
      • Pendidikan Penanggung Jawab
      • Pangkat Penanggung Jawab
      • Jabatan Penanggung Jawab
      • Nama Ibu Kandung (sesuai dengan akte kelahiran)
      • Nama Ayah Kandung (sesuai dengan akte kelahiran)
      • Penghasilan Orang Tua
    • Calon Mahasiswa harus memenuhi semua persyaratan administrasi yang diminta hanya pada saat Pendaftaran Awal Mahasiswa Baru ITB dan tidak dapat meminta keringanan dalam bentuk dan alasan apa pun, termasuk alasan keterlanjuran dan/atau alasan ketidaklengkapan/kekuranglengkapan persyaratan dokumen/administrasi.
    • ITB tidak akan menerbitkan dokumen/keterangan apa pun yang menjelaskan mengenai status kelulusan calon mahasiswa di ITB melalui USM-ITB 2008, selain dari surat panggilan ini.
  • Harap pengumuman ini diperhatikan, berpakaian rapih dan sopan (berkemeja, celana panjang/rok kain, tidak mengenakan jeans), dan mengenakan sepatu tertutup (bukan sepatu sandal).

Bandung, 16 Mei 2008

Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/ Ketua Lembaga TPB

Dr. Ir. Mindriany Syafila, MS.

Untuk melihat Hasil tes USM ITB 2008 Klik aja di Bawah ini:

Hasil Tes USM ITB 2008

Selamat kepada yang lolos

Comments (2) »

Deg-degan Saat akan Menjadi Wali Nikah Putriku

Tanggal 7 Juni sudah di depan mata, tinggal beberapa hari lagi aku akan menjadi wali nikah putriku. Sungguh, aku baru tahu bagai mana rasanya deg-degan akan menjadi seorang wali nikah. Aku kira dulu biasa-biasa saja, tapi ternyata tidak. Ada sekelumit perasaan yang aneh, yang bergemuruh di dalam kalbu. Aku sendiri gak tahu bagai mana perasaan tersebut sebenarnya. Yang jelas rasa deg-degan, bahagia, bimbang dan takut bercampur di dada.  Deg-degang karena akan menjadi wali, bahagia karena sang anak akan menikah dan menempuh hidup baru dan rasa takut, takut kalau nantinya sang anak tidak bahagia/ tidak di bahagiakan oleh suaminya dan tidak bisa melewati liku-liku kehidupan yang begitu rumit.

Icha, anak papah yang paling besar dan cantik. Papah masih ingat ketika kamu untuk kali pertamanya menangis di dunia ini. kamu begitu lucu nak, cantik dan ayu seperti mamahmu. Saat itu papah langsung memberimu nama Annisa Potapatria yang berarti wanita tiangnya negara, karena papah ingin kamu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, bagi agama nusa dan bangsa. Ktika kecil suka main boneka, dan sangat sayang kepada adik-adikmu. Tidak terasa, kini kau sudah besar, sudah dewasa dan sebentar lagi akan ada yang meminang. Papah bahagia sekali, meskipun batin ini belum begitu ikhlas melihatmu pergi dengan orang lain. Namun, meskipun begitu papah tetap menyayangimu seperti yang dulu. Icha pergilah dengan orang yang menyayangimu, raihlah kebahagiaan yang selama ini kamu cita-citakan. Papah ikhlas nak, papah do’akan semoga kamu bisa membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah…Amin.

Comments (1) »

Pengumuman PMDK UPI 2008

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PMDK


Berdasarkan Keputusan
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia
Nomor : 2765/H40/KM/2008
Tentang
Penetapan Calon Mahasiswa Baru Universitas Pendidikan Indonesia
Melalui Seleksi Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan
Tahun Akademik 2008/2009

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia
Memutuskan dan Menetapkan :
Nama-nama calon Mahasiswa yang tercantum pada website ini dinyatakan lulus seleksi calon mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia tahun akademik 2008/2009 melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK)
Untuk mengetahui tentang info dan hasil PMDK UPI 2008 Klik di bawah ini:

PMDK UPI 2008

Comments (15) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.